Sunday, December 30, 2018

Ketika kualitas rakyat jelek, maka pemimpin berkualitas baik pun akan dianggap jelek

CahaDakwahNU.com~Kota Serang Baru
Kota Kufah dan Hims ( wilayah Syam ) hampir memiliki persamaan, yakni penduduknya gampang dihasut dan mudah memberontak terhadap pemimpinnya walaupun sang pemimpin tersebut sudah sangat berkualitas. Ketika Sa'ad bin Abi Waqqash memjadi gubernur Kufah, maka sebagian penduduknya mencari-cari kesalahan Sa'ad dan mengadukannya kepada Khalifah Umar di Madinah. Tuduhan yg dilontarkan kepada Sa'ad adalah bahwa Sa'ad shalatmya buruk. Namaun ketika Sa'ad bertemu dengan Khalifah, maka Sa'ad dapat mematahkan dengan mudah semua tuduhan yang mengada- ngada dan dipaksakan tersebut.

Demikian pula ketika salah salah seorang pembesar sahabat yang bernama Sa'id bin Amir menjadi Gubernur Syam yang menggantikan Muawiyah bin Abu sufyan, maka ada saja rakyatnya yang berusaha mencari-cari kesalahan Sa'id dan mengadukannya kepada Khalifah Umar ketika Ia berkunjung ke wilayah mereka.

Ada empat hal yang mereka adukan kepada sang Khalifah tentang pemimpin mereka, yakni
1. Sa'id melayani rakyatnya ketika sudah siang
2. Sa'id tidak mau melayani rakyatnya dimalam hari
3. Dalam sebulan,  ada dua hari yang di gunakan Sa'id untuk tidak mengurusi rakyatnya
4. Dalam sebulan sekali Sa'id pingsan

Setelah memdengar pengaduan rakyatnya, maka Khalifah Umar segera menemui Sa'id dan meminta klarifikasinya. Dan inilah jawaban Sa'id.
1. Aku memang baru melayani rakyat ketika menjelang siang, hal itu disebabkan karena aku tidak memiliki pembantu, sehingga aku harus menyiapkan makanan untuk diri sendiri, mulai dari menumbuk gandum hingga memasaknya. Setelah sarapan pagi aku lalu shalat dluha dan setelah itu baru menemui rakyatku.
2. Aku memang tidak pernah mau menemui rakyatku dimalam hari, karena aku telah membagi waktuku menkadi dua, siang untuk mamusia dan malam hanya untuk Allah.
3. Dua kali dalam sebulan memang aku tidak keluar rumah menemui rakyatku, hal itu disebabkam karena aku pergunakan untuk memcuci pakaianku, sebab saya tidak punya pakaian lagi, sehingga saya harus mencucinya dan menunggunya hingga kering baru bisa saya pakai.
4. Adapaun yang kempat bahwa saya suka pingsan dalam sebulan sekali karena saya sedih teringat penderitaan yg dialami oleh sahabat Khubaib al Anshari yg disiksa dan tubuhnya di sayat2 oleh orang2 kafir karena demi menunjukan kesetiaan kepada Nabi Saw. Saat itu aku masih kafir dan melihat kejadian tsb namun tidak menolong khubaib. Maka setiap kali aku teringat kejadian tsb , maka aku pingsan karena takut kepada Allah.

Mendengar klarifikasi dari Sa'id bin Amir maka Umar pun menangis dan merangkul Sa'id. Tuduhan tak terbukti dari sebagian rakyatnya Sa'id justru kian membuktikan kemuliaan Sa'id.

Bagaimana dengan tabiat masyarakat Indonesia, apakah sama seperti masyarakat irak dan Syam ?

Qomari Arisandi

No comments:

Post a Comment