Friday, February 15, 2019

PRINU CSC adakan kajian rutin dan ngliwet akbar


Cahayadakwahnu.com~Kota Serang Baru
Acara pengajian rutin dan ngaliwet akbar NU yang diselenggarakan para pengurus NU lintas ranting kecamatan Cikarang selatan, Serang Baru dan Cibarusah di Ponpes Al Baqiyatushsholihat sangat amat penting dan manfaat sebagai wujud ghirah kebangkitan Kaum Sarungan Aswaja di Bekasi.

Ponpes yang dipimpin Kyai  Jamal merupakan tonggak penting, kekuatan spiritual dan energi nasionalismr Hubbul Wathon Minal Iimaan.

Pada 2010, bersama Kyai Jamal kita memulai dg Membangun Napak Tilas di Masjid Al Mujahidin - Kampung Babakan Cibarusah. Kita mendirikan  Yayasan Masjid Al Mujahidin Cibarusah, Penggagas dan Pelaksana Pelestarian Masjid Al Mujahidin sbg salah satu Jejak perjuangan, thariqat dan keilmuan para Ulama Nusantara yang dipimpin Hadratusyseikh KH Hasyim Asy’ari yang menugaskan KH Wahid Hasyim  memimpin Pusat Latihan Perang Laskar Hizbullah Sabilillah di Cibarusah dg 500 Ulama dan Kaum Santri.

Alhamdulillah, amanah para Ulama dan Kyai itu sudah saya tunaikan, wabilkhusus KH Abdurrahman Wahid  kepada saya pribadi, sambil memberikan Secarik Surat Sakti, Beliau semasa masih ada menitahkan saya untuk melestarikan dan membangkitkan kembali marwah dan ghirah perjuangan para Kyai dan Kaum Santri.

Subhanalloh, betapa kagetnya saya, Surat Sakti yang diberikan Gus Dur langsung itu adalah Tiket Rekomendasi PKB agar saya menjadi BUPATI Kabupaten Bekasi.

Saya beristighfar menerima. Sempat menolak. Gus Dur tetap keukeuh, “Mas Fuad terlahir di Cibarusah, putera asli Cibarusah, mengalir darah pejuang kaum santri. Bismillah saja... “, demikian kisah penting yang tak terlupakan sepanjang hayat saya.

Tiba-tiba, mendadak saya menjadi Calon Bupati — bukan Calon Wakil Bupati —-  Calon Bupati  termuda dari NU, PKB dan diusung Partai Demokrat atas restu Presiden SBY.

Walhasil, 2007  kami berjuang lahir bathin, korbankan apapun yang kami
bisa. Hasilnya, mengalahkan Bupati lama, Pasangan Wikanda-Daeng Muhammad, tapi kalah tipis dari Sa’duddin-Darip.

Catatan terpenting, saya tak menggunakan uang satu senpun untuk money politic, beli suara. Padahal, budaya korupsi dari pemilih di Bekasi mencapai angka abnormal di atas 60 persen.

Di tengah jalan PKB Gus Dur dinista, Pecah. Saya matur ke Gus Dur, lalu Gus Iful Ketua Umum Ansor dititipkan ke PDIP, saya sebagai Sekretaris Jenderal PP GP Ansor dititipkan ke Demokrat.
Padahal, saya sebelumnya mendapat kepercayaan sbg PENDIRI PKB dan pernah menjadi Ketua PKB Kab Bekasi yang menghasilkan 2 KURSI DPRD.

Kita perjuangan tetap berlanjut. Amanah Orang tua saya yang menjadi murid langsung dan sangat dekat dengan Mama KH Makmun Nawawi Cibogo, bersama KH Jamal, Keluarga Besar, Santri dan jaringan santri NU, semua saatnya bersatu dan bangkitkan suara kemenangan.

Alhamdulillah, Yayasan Masjid Al Mujahidin telah berdiri, langsung menggagas dan melaksanakan pembangunan pelestarian Masjid Al Mujahidin Cibarusah hingga tuntas.

Kini saatnya kita bersama membangun Pesantren Al Baqiyatushsholihat sebagai Jejak Perjuangan Nasional  kaum santri dan para Kyai utk
menjaga PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggak Ika, NKRI dan UUD 1945).

Insya Allah, saya akan hadir, dan akan ada kejutan besar pada saatnya akan saya sampaikan.

Hubbul Wathon Minal iimaan

Gus Dr. Fuad Munawwar, MA

1 comment: